MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • BALI/
  • Lintasi Benua, Pengendara Motor asal Bali Tiba di Cape Town Disambut Hangat Konjen RI
Lintasi Benua, Pengendara Motor asal Bali Tiba di Cape Town Disambut Hangat Konjen RI

Lintasi Benua, Pengendara Motor asal Bali Tiba di Cape Town Disambut Hangat Konjen RI

0 0
Read Time:2 Minute, 46 Second

CAPE TOWN, iNews.id – Pengendara motor asal Bali,  Ida Bagus (IB) Ngurah Wijaya (72) yang sebelumnya menjelajah kawasan Amerika Utara, Amerika Latin dan Amerika Selatan, memulai kembali petualangannya. IB Ngurah Wijaya kembali mengendari motor Aprilia 1000 cc dari titik paling Selatan benua Afrika (Cape Town – Afrika Selatan) ke titik paling Utara benua Eropa (Nordkaap-Norwegia). 

IB Ngurah Wijaya saat ini berada di Cape Town dan disambut hangat oleh Konjen RI Cape Town Tudiono didampingi Konsul Penerangan, Sosial Budaya Daddy Yuliansyah dan Konsul Konsuler Faiez Maulana di KJRI Cape Town. Pertemuan dilanjutkan dengan bincang santai sembari santap siang di resto Simon Constantia, yang merupakan kawasan perkebunan anggur yang sudah ada sejak tahun 1600-an. Kawasan ini sangat indah dengan hamparan hijau dan latar belakang Table Mountain yang menjadi salah satu icon Cape Town yang cukup kesohor.

Berbeda dengan banyak penjelajah yang biasanya mencari emotional satisfaction atau hal-hal lain yang terkait dengan pencapaian diri pribadi.  IB Ngurah Wijaya lebih ingin melihat panji merah putih yang tersandang di motornya dihormati dan dikenal orang di sepanjang perjalanannya. 

Dia juga menceritakan kebanggaannya ketika orang-orang di negara yang dilalui memperlakukannya dengan ramah setelah mengetahui dirinya dari Indonesia. Dengan memperkenalkan Indonesia akan banyak orang tahu dan memahami Indonesia. Dia berharap selanjutnya banyak orang akan berkunjung dan berwisata ke Indonesia. 

“Ini akan turut menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar mulai dari penjual kacang, aneka kue, buah-buahan, sampai kerajinan tangan,” tuturnya dalam bincang dengan Konjen Tudiono. 

Cape Town  dipilih sebagai titik awal karena kemampuan ekonomi masyarakatnya yang tinggi, cukup makmur dan maju di banding kota-kota lain di Afrika. Sehingga sangat potensial untuk dapat berwisata ke Indonesia.

Menanggapi penuturan Pak Ngurah, Konjen RI menceritakan bahwa selain merupakan titik paling Selatan di Afrika, pilihan Cape Town sebagai titik awal perjalanan sangatlah tepat. Karena Indonesia dan Afrika Selatan, terutama masyarakat Cape Town dan sekitarnya, memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan Indonesia.

Di penghujung abad 17 semasa kolonial, seorang Ulama dan pejuang besar Indonesia, Syekh Yusuf Al Makassari asal Kerajaan Gowa yang menentang penjajahan Belanda di Banten bersama Sultan Ageng Tirtayasa diasingkan ke Cape Town bersama 49 orang pengikutnya. Syekh Yusuf kemudian menjadi orang pertama yang membawa ajaran Islam di Afrika Selatan, dan hingga kini makamnya masih terawat dengan baik di daerah Macassar, Cape Town. 

Dalam perkembangannya, figur Syekh Yusuf menginspirasi Nelson Mandela dalam perjuangannya menentang apartheid, sehingga Pemerintah Afrika Selatan menganugerahinya gelar pahlawan nasional di tahun 2005. Sebelumnya di tahun 1995, Syekh Yusuf juga dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Pemerintah Indonesia.

Di samping itu, berselang hampir 100 tahun kemudian seorang Ulama Indonesia lain, Abdullah bin Qadhi Abdussalam (dikenal dengan Tuan Guru) asal Tidore juga diasingkan dan dipenjara di Robben Island (30 menit dari Cape Town dengan menggunakan boat), pulau tempat Nelson Mandela dipenjara selama 24 tahun karena menentang apartheid. Semasa dipenjara, Tuan Guru menulis ulang Alquran berdasarkan ingatan, yang kemudian setelah diteliti para ahli akurasinya hampir sempurna karena hanya terdapat kesalahan yang sangat sedikit.

Setelah dibebaskan Tuan Guru kemudian tinggal di Cape Town dan mengajarkan Islam kepada penduduk setempat, sehingga kemudian mendapat panggilan Tuan Guru. Tuan Guru juga mendirikan Masjid pertama di Afrika Selatan, yaitu Masjid Auwal di daerah Bo Kaap yang hingga kini masih digunakan oleh masyarakat sekitar. Makamnya juga masih terawat di pemakaman Tana Baru, masih di area Bo Kaap.

Editor : Nani Suherni

Follow Berita iNewsBali di Google News

Bagikan Artikel:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21