MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • BALI/
  • Rakornas 5 DPSP di Labuan Bajo Fokus Pengembangan Pariwisata Berkualitas
Rakornas 5 DPSP di Labuan Bajo Fokus Pengembangan Pariwisata Berkualitas

Rakornas 5 DPSP di Labuan Bajo Fokus Pengembangan Pariwisata Berkualitas

0 0
Read Time:1 Minute, 4 Second

LABUAN BAJO, iNews.id – Lintas kementerian dan lembaga menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (6/12/2023). 

Rakornas tersebut membahas optimalisasi peluang pascapandemi Covid-19 melalui pariwisata berkualitas untuk pertumbuhan berkelanjutan 5 DPSP. Lima DPSP di Indonesia tersebut yakni Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Sebanyak lima menteri dan wakil menteri hadir dalam Rakornas 5 DPSP. Di antaranya Menko Marves Ad Interim Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Wamen Agama Saiful Rahmat Dasuki dan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo. 

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, fokus pengembangan pariwisata pada peningkatan konektivitas di 13 bandara untuk mencapai target 12 juta sampai 15 juta wisatawan mancanegara di tahun 2023.

Selain itu, tourism fund yang akan dikelola agar event-event berkelas dunia dihadirkan di 5 destinasi pariwisata super prioritas. 

“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan menjadi lokomotif perekonomian nasional/dan menggantikan ekonomi ekstraktif dengan target mencapai di atas 10-12 persen pada 2030-2045. Seiring perubahan transformasi ekonomi Indonesia yang menuju ekonomi hijau,” katanya.

Oleh karena itu, kata Sandi, pemerintah melalui lembaga terkait mendorong agar sektor pariwisata menjadi lokomotif perekonomian nasional yang saat ini masih bertumpu pada industri ekstraktif.

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNewsBali di Google News

Bagikan Artikel:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21