Ilmuwan Menemukan Bukti Dua Planet Pernah Bertabrakan Jauh di Luar Tata Surya

Read Time:3 Minute, 22 Second

cocol88 gacor
mabar69 login
mabar69 link alternatif
mabar69 slot
ronin86 login
slot terpercaya
mahjong69 gacor
zona69 link alternatif
zona69 login
nobar69
baron69 link login
baron69 login
baron69 gacor
starling69 login
starling69 link alternatif
link slot gacor
dinasti168 link
rtp slot cuan
rtp slot gacor
link dinasti168
rtp pasti cuan
lotus138 login
rtp slot mantap
cocol88 login
link agen slot
cocol88 mantap
cocol88 auto cuan
mabar69 link login
mabar69 oke
mabar69 slot terpercaya
mahjong69 auto cuan
mahjong69 link alter
mahjong slot
mahjong69 scatter hitam
nobar69 link alternatif
nobar69 gacor
zona69 link alternatif
ronin86 gacor
master38 auto cuan
master38 gacor
master38 login
starling69 login
starling69 gacor
LAMBO69 login
login link lambo69
zona69 bet
mahjong69 bet
link slot gacor
rtp slot gacor hari ini
bobo77 login
master38 bet
bobo77 slot
bobo77 bet
master38 slotter
master38 auto cuan
liveslot168 login
liveslot168 slots
bobo77 link login
bobo77 slot tergacor
mahjong69 slot anti rungkad
ronin86 bantai zeus
master38 gampang menang
master38 gampang jackpot
mahjong69 gampang jackpot
master38 login
cocol88 login
zona69 login
login slot gacor
zona69 skuy
master38 skuy
rtp slot terupdate
master39 login
zona69 terbaik
dinasti168 login
login slot gacor
rtp slot terkini
master38 joss
master38 link daftar
master38 depo via dana
mahjong69 anti kalah
master38 link gacor
master38 alternatif
master38 login

Bayangin ada dua planet yang lagi “adu jalur” di luar sana, lalu bukannya saling menghindar malah tabrakan kosmik dengan energi yang gila-gilaan. Fenomena seperti ini diduga terjadi di sistem ASASSN-21qj, sekitar 1.800 tahun cahaya dari Bumi. Dua planet yang bertabrakan diperkirakan merupakan planet raksasa es seukuran Neptunus. Menariknya, planet-planet tersebut tidak memiliki nama individu resmi; ASASSN-21qj sendiri adalah nama bintang induknya. Astronom justru mengenali kejadian ini dari “bekas kecelakaan” berupa cahaya inframerah dan awan puing yang muncul setelah tabrakan.

1. Cahaya bintang tiba-tiba berubah
Astronom awalnya melihat sesuatu yang aneh dari ASASSN-21qj. Kecerahan bintang tersebut mengalami perubahan yang tidak biasa. Pola seperti ini bisa saja disebabkan oleh benda yang melintas di depan bintang, tetapi data lanjut menunjukkan ada sesuatu yang jauh lebih menarik.

2. Ada sinyal inframerah sebelum bintang meredup
Sekitar 900 hari sebelum bintang terlihat meredup dalam cahaya tampak, pengamatan dari WISE/NEOWISE menunjukkan peningkatan cahaya inframerah. Secara sederhana, ini seperti melihat “asap panas” sebelum menemukan sumber ledakannya. Panas tersebut cocok dengan dugaan material yang sangat panas akibat tabrakan planet.

3. Dua planet diduga berubah menjadi material superpanas
Benturan dua planet seukuran Neptunus tentunya bukan tabrakan biasa. Energinya diperkirakan cukup besar untuk menghancurkan sebagian besar material planet dan mengubah batuan menjadi uap serta material cair. Para peneliti menduga terbentuk objek berbentuk seperti donat raksasa yang disebut synestia.

4. Puing-puingnya kemudian menghalangi cahaya bintang
Setelah tabrakan, material yang berhamburan tidak langsung menghilang. Awan debu dan puing terus bergerak mengikuti orbitnya. Ketika awan tersebut berada di antara bintang dan Bumi, cahaya ASASSN-21qj tampak meredup. Jadi, astronom seperti sedang melihat TKP kosmik dari jauh.

5. Kejadiannya sangat langka untuk diamati langsung
Tabrakan planet diperkirakan memang bisa terjadi selama proses pembentukan sistem planet, tetapi waktunya sangat singkat dibandingkan usia sebuah sistem bintang. Itulah sebabnya menangkap sinyal sebelum dan sesudah tabrakan menjadi sangat berharga bagi astronom.

Hal paling menarik dari kasus ini adalah ilmuwan sebenarnya tidak melihat dua planet tersebut bertabrakan seperti adegan film fiksi ilmiah. Mereka menyusun “puzzle” dari perubahan cahaya. Cahaya inframerah menjadi petunjuk adanya material panas, sementara peredupan cahaya beberapa tahun kemudian memberikan petunjuk bahwa puing hasil tabrakan akhirnya melintas di depan bintang. Jika interpretasi ini benar, peristiwa tersebut menjadi salah satu contoh paling menarik tentang bagaimana planet dapat mengalami akhir yang ekstrem. Fenomena ini juga punya hubungan dengan sejarah Tata Surya kita sendiri. Salah satu teori utama pembentukan Bulan menyebutkan bahwa Bumi muda pernah mengalami tumbukan raksasa dengan benda seukuran planet yang sering disebut Theia. Bedanya, pada kasus ASASSN-21qj, astronom dapat mempelajari jejak tabrakan dari sistem planet yang sangat jauh.

Singkatnya, luar angkasa ternyata bukan tempat yang selalu tenang. Planet bisa terbentuk, berubah orbit, saling mendekat, bahkan bertabrakan dalam skala yang sulit dibayangkan. Dan yang lebih keren, manusia sekarang punya teknologi untuk membaca “bekas tabrakan” tersebut dari ribuan tahun cahaya jauhnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Di Inggris, Gelombang Panas Justru Membantu Menemukan Kota-Kota yang Hilang di Bawah Ladang
Next post Di Australia Ada Fenomena Alam yang Membuat Batu Seolah Menghilang dan Muncul Lagi