Ilmuwan Menemukan Kerangka Manusia Purba yang Ternyata Punya Kemiripan Mengejutkan dengan Lucy
Kalau ngomongin fosil manusia purba, nama Lucy bisa dibilang sudah jadi “seleb” di dunia paleoantropologi. Nah, pada 2026, perhatian ilmuwan kembali tertuju pada kerangka Homo habilis yang ditemukan di wilayah Koobi Fora, Kenya, dan ternyata punya beberapa ciri tubuh yang mengingatkan pada Lucy. Spesimen bernama KNM-ER 64061 ini berusia sekitar 2,02–2,06 juta tahun dan disebut sebagai salah satu kerangka Homo habilis paling lengkap yang pernah ditemukan. Yang bikin menarik, bagian lengannya menunjukkan karakter kuat dan panjang, mirip pola anatomi yang sebelumnya terlihat pada kelompok australopithecine seperti Lucy.
1. Lengannya masih terlihat “old school”
Salah satu hal paling menarik dari KNM-ER 64061 adalah tulang lengannya yang relatif panjang dan kuat. Ciri seperti ini mengingatkan ilmuwan pada australopithecine, termasuk Australopithecus afarensis yang diwakili Lucy.
2. Usianya jauh lebih muda dari Lucy
Lucy hidup sekitar 3,2 juta tahun lalu, sedangkan Homo habilis ini hidup sekitar 2 juta tahun lalu. Artinya, ada jarak waktu lebih dari satu juta tahun di antara keduanya, tetapi beberapa karakter tubuhnya masih menunjukkan kemiripan.
3. Homo habilis ternyata bukan sekadar “manusia mini”
Selama ini Homo habilis sering dibayangkan sebagai tahap sederhana menuju manusia modern. Namun, kerangka baru tersebut memperlihatkan anatomi yang lebih kompleks. Ada kombinasi karakter lama dan karakter yang mengarah ke kelompok Homo berikutnya.
4. Lucy sendiri sudah menunjukkan kombinasi unik
Lucy memiliki kaki dan panggul yang mendukung berjalan dengan dua kaki, tetapi tangannya, jari-jari kakinya, serta beberapa bagian tubuh lain masih menunjukkan kemampuan memanjat. Jadi, tubuh manusia purba memang tidak selalu berkembang secara “langsung” dari kera menjadi manusia modern.
5. Fosil ini membantu mengisi bagian yang masih kosong
Kerangka Homo habilis biasanya ditemukan dalam kondisi sangat terfragmentasi. Karena KNM-ER 64061 relatif lengkap, ilmuwan bisa membandingkan lebih banyak bagian tubuh sekaligus dan melihat bagaimana anatomi Homo berubah dari generasi ke generasi.
Yang paling menarik, kemiripan dengan Lucy bukan berarti Homo habilis adalah “Lucy versi lebih muda” atau keturunan langsung Lucy. Lucy berasal dari Australopithecus afarensis, sedangkan KNM-ER 64061 diidentifikasi sebagai Homo habilis. Justru kemiripan tersebut menunjukkan bahwa evolusi manusia jauh lebih ribet daripada gambaran tangga lurus dari manusia purba menuju manusia modern. Beberapa ciri tubuh bisa bertahan sangat lama, sementara bagian lain berubah lebih cepat. Bahkan pada Lucy sendiri, ilmuwan menemukan kombinasi kemampuan berjalan tegak sekaligus memanjat pohon.
Jadi, penemuan ini bukan sekadar soal menemukan tulang tua. Kerangka tersebut memberi petunjuk bahwa perjalanan evolusi manusia penuh dengan “jalan bercabang”, bukan satu jalur lurus. Dan semakin banyak fosil ditemukan, semakin jelas juga bahwa nenek moyang kita ternyata punya anatomi yang jauh lebih unik dari perkiraan.